My Memories

Salam tiga jari !!!!!

Tak terasa waktu telah berlalu generasi berganti generasi tapi hanya satu yang tidak berubah d hatiku ini.dari kecil hatiku ini selalu disuguhi sesuatu yang membuat "everythink is alright"..No problemo !!! or what ever lah...hehe.
MUSIK...ya musik yang selalu menemani aku dr kecil sampai saat ini tidak pernah berobah dalam hatiku ini,hal yang pertama aku dengarkan suara yang sangat khas(waktu itu aku gax tahu siapa yang nyanyi). Kakaku yang pertama kali mengenalkan lagu-lagu ini pada telingku....QUEEN...ya Queen dengan Mustapa nya aku selalu berteriak...IBRAHIM (hehe) why ?? easy listening mybe..terus dan terus setiap pagi aku di biasakan dengan Queen (tentu semua lagu-lagu dari Queen karena kakaku fanatik abiiizzz..thx Bro !!!)

MUSIK...ya musik ROCK seperti ini yang terus membahana di ruang tidurku..tapi seiring perputaran waktu,perkembangan musik kian besar.....MAMA ??? ya MAMA dari grup GENESIS band asal Inggris ini di perkenalkan oleh kakaku yang ke-2,beliau juga yang membawa pembendaharaan khasanah musik di otakku khususnya Art Rock dan sejenisnya,mulai dari Genesis..Marillion..Pink Floyd..YES..dll.
Pertamanya aku bingung banget dengar lagu-lagu mereka (ribet..hehe) karena lyriknya sedikit tapi durasi musiknya panjang sekali semacam instrumental,tapi mungkin terlalu sering didengar mereka semua jadi akrab di telingku..hehe ( Thx Bro...!!! I think this music is perfect...sometime not to easy for ears...hehe)

MUSIK....ya musik ROCK terus bergema sampai generasiku,basicku tentang kegemaran musik berangkat dari berbagai aliran...tapi tetap saja di telinga ini selalu rock..rock dan rock,sehingga datang lah grup macam Gun n Roses..Metallica..Sepultura..waaahhh pokonya banyak karena era 90 musik rock dari luar benar-benar banjir di Indonesia dan dengan sendirinya rock Indonesia agak tersisihkan tapi jadi topik menarik untuk di angkat waktu itu (setidaknya jadi perbincangan di sekitarku waktu itu)....oya pertama aku beli kaset adalah Appetite for Distruction (GNR)..wooow Cover yang luar biasa " I think " sampai aku kolesi ratusan kaset grup Rock (entah berapa uang yang habis...hikz),,,
MUSIK ROCK....ya music rock..bagiku jenis musik yang selalu membikin aku semangat mungkin dari hentakan iramanya atau apa tapi yang jelas musik rock "It's my life". Walau banyak aliran yang bermunculan sesuai dengan perputaran jaman da kecanggihan alat dan banyaknya grup Dandanan "ala" Rock (benar loh...asal dandanan"ala" rock tp lagunya yang...akh anda tahu koq..hehe)...tapi bagi kami musik rock tetap kukuh sesuai dengan namanya "Cadas" tidak berhenti bergema dan selalu setia berkumandang...ROCK it's HEREEE !!!!! NEVER DIE OR ALWAYS IN OUR HEART....LONG LIFE ROCK....!!!!!

WALK TOGETHER ... ROCK FOREVER

Garut 08-04-2009
Tampilkan postingan dengan label Super Group. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Super Group. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2009

Led Zeppelin

Ramalan jitu itu diungkap Atlantic Records - salah satu perusahaan rekaman kaliber dunia pada medio Februari 1969 silam, tepat saat perusahaan rekaman tersebut mengumumkan penandatanganan kontrak rekaman dengan grup sakti asal Inggris itu. AR menyebut, Led Zeppelin merupakan kelompok musik yang sangat potensial buat jadi idola baru para penggemar musik di seluruh dunia.

Led Zeppelin, yang biasa disebut Led Zepp, dibentuk oleh maha-gitaris Jimmy Page setelah bubarnya Yardbirds, grup band Jimmy Page terdahulu. Led Zepp sendiri sebenarnya merupakan ambisi Jimmy Page untuk mengadakan pembaharuan terhadap Yardbirds. Oleh karena itu, sebelum nama Led Zeppelin beredar, grup itu berkibar dengan nama The New Yardbirds. Yardbirds adalah sebuah kelompok musik beraliran blues dan rock, dan Jimmy Page bergabung di dalamnya sejak Juni 1966. Sayang, benih-benih perpecahan telah nampak ketika mereka usai menggelar shownya di Luton, Beds, Inggris. Perpecahan kian mengkristal dan akhirnya tak dapat lagi dihindari setelah tur show di negeri Paman Sam, rampung.

The New Yardbirds dibentuk Page bersama Chris Dreja (bass). Band yang usianya cuma seumur jagung, itu sempat menggelar tur 10 hari di Scandinavia (September 1968). Namun Page kemudian berniat membentuk band dengan susunan personel baru hingga akhirnya Chris Dreja undur diri untuk memulai karir sebagai fotografer.
Page lalu menggandeng bassis John Paul Jones untuk bergabung. Bersama Peter Grant - manajernya - Page lalu menyaksikan Robert Plant pergelaran Hobbstweedle - bandnya waktu itu - di Birmingham, Inggris. Dari sanalah Page kepincut pada lengkingan vokal Plant lagi-lagi mengajaknya bergabung. Sedang masuknya John Bonham yang sebelumnya adalah personel Band Of Joy, atas rekomendasi Robert Plant yang menyarankan Page untuk merekrutnya. Pertimbangannya waktu itu, John Bonham dinilai berpengalaman tampil mengiringi Joe Cocker, Chris Farlowe juga Tim Rose.

Lahirnya Band Baru yang Menandingi The Beatles

Maka, pada 15 Oktober 1968, terbentuklah transformasi baru The New Yardbirds dengan nama anyar, Led Zeppelin, yang berformasikan Jimmy Page (gitar), Robert Plant (vokal), John Paul Jones (bass) dan John Bonham (drum). Mereka mendeklarasikan nama barunya ini berbarengan dengan debut live-nya di Universitas Surrey. Nama Led Zeppelin ini sendiri atas ide Page. Diambil dari pernyataan yang kerap terlontar dari mulut Keith Moon, drummer kelompok The Who tatkala mengomentari pertunjukan musiknya yang gegap gempita oleh teriakan histeris para penggemarnya. Pernyataan itu awalnya berbunyi, ''Going down like a Lead Zeppelin''. Dengan membuang 'a' pada lead, jadilah Led Zeppelin.

Dan seperti telah diperkirakan oleh Atlantic bahwa Led Zeppelin akan meraih sukses, menjadi kenyataan. Sepanjang tahun 1969 hingga 1982 kelompok ini telah sanggup menggaet jutaan dollar A.S.. Menurut laporan media terkemuka The Financial Times, di Amerika tok, pada 27 Desember 1969, album Led Zeppelin II menghasilkan lima juta dolar AS. Namun, tidak seperti The Beatles, Led Zepp tak memperoleh penghargaan MBEs, yang diberikan pada grup-grup band luar Amerika yang penjualannya tergolong fantastis. Meski begitu, untuk album ini, mereka dianugerahi dua platinum disc dan sebuah gold disc. Semua penghargaan itu mereka terima di London.

Popularitas Led Zepp memang luar biasa, sehingga setiap pergelarannya dijubeli oleh puluhan ribu penonton. Karcis yang mereka lego pun ludes cuma dalam hitungan jam. Seperti pada 8 Januari 1975, 60 ribu tiket untuk tiga konsernya terjual habis dalam waktu empat jam. Dan 51 ribu tiket untuk tiga konsernya di Inggris habis terlego cuma dua jam. Bahkan Led Zepp sempat juga memecahkan rekor pengunjung hingga 76 ribu orang saat konsernya digelar di Michigan.

Pada 12 Mei 1973, The Financial Times melaporkan, sebuah konser yang digelar grup ini di Amerika meraup keuntungan sebesar 309 ribu dolar AS. Ini merupakan rekor box office baru, sampai-sampai mengalahkan konser The Beatles. Maka tak mengherankan bila pada 12 Mei 1977, Led Zepp menerima penghargaan Outstanding Contribution To British Music - penghargaan bagi grup musik yang dianggap telah memberikan kontribusi berharga bagi dunia musik - di Inggris

Senin, 06 April 2009

Testament

Testament kembali menyerang! Di bawah naungan label metal raksasa Nuclear Blast, band asal San Fransisco ini melempar The Formation of Damnation. Inilah album yang disambut dengan penuh sukacita oleh kalangan metal di berbagai belahan dunia, sekaligus merupakan pembuktian dedikasi Testament di kancah metal dunia. Rentang karir yang telah mencapai seperempat abad (Testament terbentuk pada 1983!) tidak menjadikan band ini kehilangan power. Sebaliknya, band yang sekampung dengan Metallica, Anthrax, dan Exodus ini semakin dihormati dan menarik penggemar baru. Band yang merilis debut The Legacy pada 1987 ini tak saja semakin matang, namun semakin keras menghantam. Tak heran, penjualan The Formation…di pasaran Eropa dan Amerika mencatat angka yang amat mencengangkan bahkan pada minggu-minggu awal dirilisnya.
Angka penjualan serta respon publik yang amat baik itu tidak saja karena Testament adalah nama besar yang amat memberi garansi, namun The Formation of Damnation sekaligus pula kabar gembira: kembalinya para personil legendaris mereka dalam formasi klasik. Posisi lead guitar di album ini kembali diisi Alex Skolnick, mahaguru yang amat disegani di kalangan gitaris metal dan jazz sekaligus. Petikan solonya yang membuai bisa disimak antaranya pada More Than Meets The Eye dan The Evil Has Landed. Sementara itu, the riffage king Eric Peterson, sosok yang memberi warna kental dalam musik Testament kembali hadir dengan riff-riff nya yang thrashy. Rhythm section diperkuat oleh bassis orisinil mereka Greg Christian serta drummer Paul Bostaph yang keperkasaan dan dedikasinya pada Testament tak lagi diragukan. Sekedar catatan tambahan, Bostaph pulalah yang mensupport Testament dalam tour promosi The Ritual segera setelah Louie Clemente mengundurkan diri. Keempat instrumentalis di atas mengiringi performa Chuck Billy, vokalis berdarah Indian Cherokee yang permainan vokalnya yang gahar tak bisa diimitasi oleh vokalis metal manapun. Di album ini, berbagai variasi teknik vokal seperti yang pernah dilakukannya album-album terdahulu kembali ditampilkan. Nomor yang menjadi judul album ini, The Formation of Damnation misalnya, dibawakan dengan teknik growl sebagaimana pernah dilakukannya dalam album The Gathering (2000). Sementara More Than Meets The Eye segera akan mengingatkan orang akan permainan vokalnya dalam album The Ritual (1992).
Beragam tema ditampilkan dalam album ini, kesemuanya diangkat dari fenomena sosial politik global. The Evil Has Landed misalnya, merupakan penghayatan mereka akan kengerian yang tercipta dengan runtuhnya menara kembar WTC akibat serangan terroris. Sementara Killing Season adalah refleksi mereka akan kejamnya perang yang membawa kepedihan dan ketidakmanusiawian, suatu lagu yang terinspirasi dari komunikasi mereka dengan para prajurit Amerika di medan perang. Dirilis oleh CSA Records sebagai satu-satunya pemegang lisensi Nuclear Blast di Indonesia, The Formation of Damnation tak pelak adalah suguhan metal terbaik di tahun 2008.

Jumat, 27 Maret 2009

Soundgarden

Soundgarden adalah salah satu dari empat Godfather of Grunge, selain Nirvana, Pearl Jam, dan Alice In Chains, namun mereka sendiri menyangkal keterkaitan mereka dengan musik grunge. Namun demikian, penggemar mereka tetap memasukan mereka ke dalam genre ini.

Album Soundgarden yang paling sukses adalah Superunknown dengan hits seperti Black Hole Sun, Spoonman, dan Fell on Black Days.

Kekuatan utama Soundgarden terletak pada garukan sang gitaris, Kim Thayil, dan vokalis Chris Cornell. Cornell pernah memperkuat band Audioslave bersama para bekas anggota Rage Against The Machine. Musik Soundgarden diibaratkan sebagai kelahiran kembali Led Zeppelin.


Jumat, 20 Maret 2009

Pearl Jam

Pearl Jam (dibentuk pada 1990 di Seattle, Washington, Amerika Serikat) adalah salah satu kelompok musik rock yang paling berhasil di tahun 1990-an. Mereka adalah salah satu pelopor musik grunge, dan dianggap salah satu dari empat besar bersama dengan Alice in Chains, Nirvana, dan Soundgarden.

Pearl Jam berdiri di atas fondasi sejarah panjang kultur Seattle Sounds yang populer di akhir 80-an. Pemain gitar Stone Gossard dan pembetot bass Jeff Ament lebih dahulu populer di ruang kultur tersebut melalui band bernama Green River, bersama dengan dua pentolan grup Mudhoney, Mark Arm dan Steve Turner. Gossard dan Ament lantas mendirikan Mother Love Bone, selepas pecahnya Green River, bersama vokalis flamboyan bernama Andrew Wood. Jelang rilis album mainstream perdana bersama major label, Andrew Wood meninggal dunia lantaran overdosis heroin. Untuk meneruskan karir bermusiknya, Gossard dan Ament lantas menggaet gitaris Mike McCready yang notabene merupakan teman se-almamater ketika sekolah menengah tingkat atas dengan Stone Gossard.

Ketiganya kemudian membuat beberapa demo lagu dengan bantuan penabuh drum dari band Soundgarden, Matt Cameron (saat ini menjadi drummer Pearl Jam). Untuk audisi vokalis, rekaman demo tersebut dikirimkan kepada remaja San Diego bernama Eddie Vedder melalui mantan drummer band Red Hot Chili Peppers, Jack Irons, yang nantinya juga sempat menjadi anggota Pearl Jam. Vedder kemudian mengisi tiga buah lagu, sebuah mini-opera dikenal dengan "Mamasan Trilogy" (di masa depan menjadi lagu Alive, Once dan Footsteps). Ketiga lagu tersebut akhirnya mengantarkan Vedder terbang ke Seattle, untuk menjalani sejumlah rehearsal bersama calon rekan band-nya. Salah satu di antara rehearsal tersebut adalah pada proyek vokalis Soundgarden, Chris Cornell untuk mengenang Andrew Wood, berupa album Temple of the Dog. Cornell mengajak Gossard dan Ament, sebagai rekan band Wood, beserta Mike McCready dan Matt Cameron. Eddie Vedder turut menyumbangkan vokal, salah satunya di hits Temple of the Dog berjudul Hungerstrike.

Selepas proyek tersebut, Eddie Vedder resmi menjadi vokalis dari band baru yang diberi nama Mookie Blaylock (merujuk pada nama bintang basket NBA pada saat itu). Karena permasalahan legalitas, tepat sebelum menandatangani kontrak dengan Epic Records, band berganti nama menjadi Pearl Jam.


Pearl Jam pertama kali mengeluarkan album pada tahun 1991, berjudul Ten, dan langsung melejit sebagai ikon musik rock alternatif di Amerika. Pada tahun 1993, Pearl Jam kembali merilis album kedua yang berjudul Vs yang mempopulerkan sejumlah lagu macam Daughter, GoRearviewmirror. Setahun kemudian, album ketiga, Vitalogy dirilis, sekaligus menjadi album terakhir bersama drummer Dave Abruzzese. Dave digantikan oleh mantan drummer Red Hot Chilli Pepper, Jack Irons. Tahun 1994 juga menjadi tahun yang dikenang dalam sejarah musik rock ketika Pearl Jam mengeluarkan antitrust terhadap dugaan monopoli yang dilakukan promotor konser, Ticketmaster. Perkara ini dimenangkan Ticketmaster dan membuat Pearl Jam tidak bisa tampil di venue besar di seluruh Amerika. atau

Pada tahun 1996, Pearl Jam kembali merilis album berjudul No Code. Secara penjualan, album ini mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan album pertama. Hal ini juga disebabkan oleh surutnya pamor musik grunge pada saat itu. Dua tahun kemudian, Yielddrummer Soundgarden, Matt Cameron yang sampai sekarang menjadi penabuh drum untuk band yang sempat meraih Grammy Awards pada 1996. Bersama Matt Cameron, Pearl Jam merilis 3 buah album, yaitu Binaural pada tahun 2000, Riot Act pada 2003 dan album terakhir mereka yang diterbitkan pada 2006 berjudul Pearl Jam. menyusul sebagai album kelima mereka sekaligus menjadi album terakhir dari Jack Irons yang keluar karena permasalahan kesehatan. Jack digantikan mantan

Selain delapan buah album, Pearl Jam juga merilis beberapa rekaman konser dan kompilasi. Pada tahun 2000, Pearl Jam merilis lebih dari 70 buah rekaman konser mereka di Amerika dan Eropa. Masing-masing rekaman konser dari setiap kota dirilis dalam format Audio CD. Hal itu diulangi pada tahun 2003 ketika mereka kembali merilis sejumlah album konser mereka dari Amerika, Asia dan Australia. Sebelumnya, di tahun 1999 Pearl Jam mengeluarkan album Live on Two Legs yang berisi kompilasi tur tahun sebelumnya. Untuk tahun 2005 dan 2006, Pearl Jam merilis album konsernya dalam format digital yang bisa dibeli dan diunduh dari situs resmi mereka PearlJam.com. Tahun 2003, band kembali merilis satu album akustik dari penampilan mereka yang diberi judul Live at Benaroya Hall. Pada tahun 2006, sebuah CD khusus dirilis Pearl Jam yang berisi rekaman konser mereka di sebuah toko CD legendaris kota Seattle bernama Easy Street. Rilisan Live at Easy Street dibuat dan didistribusikan secara independen oleh Easy Street. Pertengahan tahun 2007, Pearl Jam kembali merilis album kompilasi konser yang berisi performance mereka di Gorge pada tahun 2005 dan 2006 dalam rilisan yang bertajuk Live at the Gorge. Album tersebut dirilis dalam format audio CD, dalam satu paket berisi 7 buah keping cakram padat.

Untuk rilisan kompilasi, pada tahun 2004 Pearl Jam mengeluarkan Lost Dogs yang berisi kumpulan lagu-lagu dari B-Sides, bonus natal, dan lagu-lagu yang sebelumnya tidak pernah dirilis. Kerjasama terakhir Pearl Jam dengan Epic Records ditandai dengan rilisnya kompilasi A-Sides mereka bertajuk Rearviewmirror yang konsepnya mirip dengan kompilasi lagu terbaik Pearl Jam. Selepas album tersebut, Pearl Jam berpindah ke J Records untuk merilis album selanjutnya.

Pearl Jam juga merilis dokumentasi visual berupa video, meski jarang membuat video musik. Video musik yang pertama kali dibuat oleh Pearl Jam adalah Jeremy. Video yang disutradarai oleh Mark Pellington itu juga merupakan satu-satunya video musik komersial dari debut album Pearl Jam, Ten. Dua video lain, Alive dan Even Flow hanya menampilkan live performanceDo the Evolution dari album Yield. Lagu Ocean dari album pertama kemudian menambah katalog video musik Pearl Jam, ketika pada tahun 2000 dirilis sebagai bonus dari DVD konser mereka. Untuk mempromosikan album Riot Act, Pearl Jam merilis beberapa video musik yang berisi penampilan mereka di klub bernama Chop Suey. Dan untuk album terbaru mereka, Pearl Jam merilis dua buah video musik untuk lagu Life Wasted dan World Wide Suicide. mereka. Mereka kemudian absen membuat video sampai tahun 1998 untuk lagu

Selain video musik, dokumentasi visual dalam bentuk home video juga dirilis. Single Video Theory yang berisi dokumentasi pembuatan album Yield tercatat sebagai video pertama yang dirilis Pearl Jam pada tahun 1999. Menyusul kemudian Touring Band 2000, yang merupakan kompilasi konser mereka di Amerika Serikat sepanjang tahun 2000. Live at the GardenImmagine in Cornice yang berisi dokumentasi tur mereka di Italia pada tahun 2006. Keempat video tersebut dirilis secara luas. Live at the Showbox, video kelima yang dirilis pada tahun 2003, menampilkan konser pemanasan sebelum tur promosi album Riot Act hanya dijual di situs resmi Pearl Jam. merupakan video ketiga yang berisi penampilan Pearl Jam di Madison Square Garden, New York. Sementara pada September 2007 lalu, Pearl Jam merilis video terbaru mereka berjudul

Kamis, 19 Maret 2009

Genesis: Pelopor RockIdealis

Genesis memang tidak dimulai dari sebuah cita-cita besar, karena anggota awalnya merupakan teman-teman sekolah yang gemar bermain band. Peter Gabriel (vokal), Tony Banks (kibor), Anthony Phillips (gitar), dan Mike Rutherford (bas) adalah teman satu sekolah. Pada saat mereka menginginkan popularitas, mereka pun berjuang masuk studio dan memasarkan albumnya. Tidak terpikirkan sama sekali bagaimana mengkonsep musik progressive rock atau bahkan menjadi band yang kemudian mempengaruhi ratusan band lainnya. Mereka hanya ingin musiknya dikenal.

Dengan album awal From Genesis to Revelation (1969), Genesis mengalami kekecewaan luar biasa, karena hanya terjual 649 keping. Mereka hampir saja bubar. Untung Rutherford menjawab singkat "Ya" terhadap pertanyaan ogah-ogahan dari Banks: "Kita teruskan?"

Mereka terus mencipta lagu dan memainkannya di setiap kesempatan konser sampai akhirnya merilis Trespass pada 1970. Ketegangan pun mulai terjadi dan Phillips keluar karena sering tertekan pada saat di panggung. Sementara itu drummer John Mayhew juga dianggap kurang bisa menerjemahkan konsep musik anggota lainnya, akhirnya dipersilahkan pergi.

Genesis kemudian memasuki formasi puncak dalam kematangan kreativitas musik setelah Phil Collins (drum) dan Steve Hackett (gitar) masuk. Pada formasi inilah album-album brilian diluncurkan mulai dari Nursery Cryme (1971), Foxtrot (1972), Selling England by the Pound (1973), dan The Lamb Lies Down on Broadway (1974). Semua kemampuan bermain gitar Hackett tersalurkan di album Selling England By The Pound; dia bahkan menunjukkan teknik tapping dalam lagu Dancing With The Moonlit Knight, teknik yang kemudian dipopulerkan oleh Eddie Van Halen pada 1980-an. Pada masa itu mereka juga masih menganggap belum terkenal hingga keluarnya Peter Gabriel (1975) dan Steve Hackett (1978). Genesis baru merasakan sukses saat Follow You, Follow Me menjadi hit dan diputar di radio-radio. Bisa dikatakan mereka mengenyam sukses (baca: menjadi populer) setelah 10 tahun berkiprah dan formasinya menjadi bertiga: Collins, Rutherford, dan Banks.

Hal yang kedua adalah kepemimpinan tidak harus menampilkan ketokohan sentral satu orang, namun bisa secara bersama. Syaratnya, tentu setiap anggota memiliki pemahaman, saling pengertian, dan menghormati.

Pada formasi puncak, pengamat musik melihat secara kasat mata bahwa Gabriel seolah-olah menjadi pemimpin band. Hal ini dibantah oleh Banks maupun Gabriel. Banks menekankan bahwa cara kerja mereka lebih bersifat kebersamaan, setiap anggota adalah komposer tanpa kecuali. Memang di album Nursery Cryme dan Foxtrot, Hackett masih canggung dan bersikap sebagai session player. Bahkan Hackett dengan malu-malu memperkenalkan kontribusinya yang sangat kecil, yaitu instrumental gitar berdurasi pendek, Horizon. Semangat kebersamaanlah yang memutuskan Horizon dimasukkan dalam album Foxtrot dan akhirnya bagi penggemar tulen Genesis menjadi pembuka dan bagian integral dari lagu terbaik Genesis berjudul Supper's Ready yg berdurasi lebih dari 20 menit.

Hackett keluar karena idenya untuk menambah musisi tamu dalam sebuah album, misalnya dengan orkestra atau flute atau cello, ditolak oleh anggota lainnya (hlm. 192). Di sini jelas bahwa kebersamaan di atas segala-galanya meski akhirnya seorang anggota kecewa dan keluar. Dalam teori organisasi yang dikemukakan Henry Mintzberg (1979), cara bekerja kolegial seperti ini disebut sebagai professional bureaucracy, yaitu suatu tatanan yang sangat tergantung ketrampilan dan pengetahuan setiap anggotanya dalam kegiatan intinya (operating core).

Ketiga, konteks follower dalam ranah kepemimpinan tidak mesti bermakna mengikuti. Ini pengakuan jujur Genesis yang dikemukakan oleh Banks, bahwa mereka sangat terinspirasi oleh King Crimson, yang album debutnya, In The Court of The Crimson King (1969), menggemparkan dunia musik rock saat itu. Tentu Genesis ingin seperti King Crimson. Tapi publik saat itu bersikap skeptis. Mereka menganggap Genesis berada di antara King Crimson dan Yes. Toh mereka terus berkarya sesuai dengan kadar interpretasi dan talenta musik mereka. Pada akhirnya, di telinga pendengar, terdapat perbedaan musik Genesis dengan King Crimson maupun Yes. Masing-masing memiliki ciri khas dalam hal lekukan musik, sinkopasi, maupun teksturnya. Bahkan ketika Genesis memutuskan membeli mellotron bekas dari tiga yang dimiliki King Crimson, musiknya tetap berbeda.

Bagi saya yang mengenal Genesis sejak Nursery Cryme dirilis, buku ini sangat menarik. Meski di suatu kesempatan Genesis berorientasi pop, mereka membuktikan bahwa kebersamaan memungkinkan mereka berhasil mengarungi pergolakan perubahan internal maupun eksternal. Bahkan ketika Gabriel mengusulkan sebagai satu-satunya penulis lirik di album The Lamb Lies Down on Broadway, dia pun sebetulnya berat menyampaikannya. Dengan premis sederhana, bahwa ini adalah album konsep dengan satu plot cerita seperti novel, bagaimana bisa menggunakan dua sutradara? Berdasarkan premis ini pula, secara aklamasi anggota lain menyetujui usulan Peter. Hasilnya memang luar biasa: sebuah album transedental yang merupakan kulminasi pemikiran spiritual Gabriel saat itu.

Dicetak dengan edisi luks, sampul keras, tebal 359 halaman, ukuran besar, buku ini memuat foto-foto berwarna yang sangat menarik dan bersejarah. Buku ini melengkapi DVD Live Over Europe yang juga baru dirilis dan, mungkin, sekaligus menutup perjalanan musik mereka. Saatnya mereka menulis lirik: Can you tell me where my music ends?

Deep Purple

Deep Purple dibentuk di Hertfordshire tahun 1968 oleh Chris Curtis yang kemudian merekrut Jon Lord dan Ritchie Blackmore. Grup ini semula bernama Roundabout. Namun Chris Curtis justru mengundurkan diri sebelum sempat merilis album. Jon dan Ritchie kemudian mengajak Nick Simper, Rod Evans, dan Ian Paice. Nama Deep Purple yang diusulkan oleh Ritchie Blackmore diambil dari judul lagu kesukaan nenek Ritchie Blackmore.

Album pertama mereka SHADES OF DEEP PURPLE berhasil menembus Amerika Serikat dan mencapai sukses disana. Namun di Inggris tempat tinggal mereka, Deep Purple belum banyak meraih penggemar bahkan setelah album kedua dirilis. Baru setelah Rod Evans dan Nick Simper digantikan oleh Roger Glover dan Ian Gillan dan merilis album ke 3 mereka DEEP PURPLE IN ROCK, publik Inggris mulai melirik album mereka.

Deep Purple menjadi grup hard rock papan atas bersama Led Zeppelin dan Black Sabbath yang juga dari Inggris. Lagu-lagu mereka macam Speed King, Child In Time, Black Night, Fireball, Smoke on the Water, dan Highway Star sudah menjadi standar acuan para musisi hard rock setelah mereka.

Beberapa nama besar tercatat pernah menjadi personel grup band legendaris ini. Di sektor vokalis ada David Coverdale dan Joe Lynn Turner. Sementara di posisi basis ada Glenn Hughes dan sebagai gitaris tercatat nama Tommy Bolin dan Joe Satriani.

Selama hampir 40 tahun malang melintang sudah 18 studio album dan 5 liveIan Gillan (vocal), Steve Morseguitar), Roger Glover (bass), Don Airey (keyboard), dan Ian Paice (drum) mereka terakir merilis album RAPTURE OF THE DEEP 2005 kemarin.

Deep Purple pernah tercatat sebagai the world's loudest band pada Guinness Book of World Records dan telah menjual lebih dari 100 juta kopi album mereka.
album yang mereka rilis. Dengan formasi terakhir (

Bingung Cari Nama Band Anda?